Lihatlah manusia-manusia yang tak bisa sabar itu. Menuntut segalanya untuk datang segera. Tak inginkah mereka nikmati prosesnya? Ingin langsung dihampiri hasilnya saja. Merasa sudah cukup usaha, lalu lupa dengan Yang Maha Kuasa. Yakin sekali bisa dapat apa yang diinginkannya. Berjalan lurus dengan percaya dirinya. Oh, saking congkaknya, berjalan di lajur yang salah terasa wajar saja. Tiba-tiba, tak terlihat jurang di depan mata. Kaki kehilangan pijakan, jatuh bebas mengikis udara. Jatuh itu yang buat mereka ingat Sang Pencipta. Untuk kemudian sebagian memohon dengan nelangsa. Sebagian lagi sibuk memaki-maki-Nya. Seolah mereka terjerumus akibat-Nya. Mereka lupa, merekalah yang memilih jalannya. Bukan jalan yang diterangi dengan cahaya-Nya. Terukir dengan indah dalam kitab yang tak jarang hanya jadi penghias di balik pintu kaca. Jadi, salah siapa? Kadang manusia-manusia itu begitu lucu.
Bercerita dalam Hening.