Skip to main content

The Boss Baby: Babies vs Puppies

Beberapa bulan yang lalu, aku menonton sebuah trailer di timeline Line. Ceritanya, seorang bayi yang juga seorang bos. Menarik... pikirku saat itu. Aku pikir filmnya sudah ada di bioskup. Namun ternyata, belum.

Besoknya, belum.

Beberapa hari kemudian, belum juga.

Beberapa minggu kemudian, belum juga.

Akhirnya dengan berat hati aku menyerah untuk menonton film yang terlihat lucu tersebut.

Tiba-tiba, ada update-an dari salah satu Official Account (OA) tentang film di Line yang mengatakan bahwa The Boss Baby sudah mulai tayang di Indonesia. Langsunglah saya pergi ke bioskop terdekat dan grab a ticket.

Kisah dimulai dari imajinasi Tim, seorang anak tunggal yang memiliki daya imajinasi yang tinggi. Ini aku suka banget. Ga ketebak. Suka banget cara Tim ngeliat realitas menjadi fantasi warna-warni yang ia jalankan sepenuh hati. Sekilas jadi inget Inside Out, pas si Riley kecil main loncat-loncatan di atas sofa terus ngeliat lantai kaya ada lava nya. He he. Btw, suka juga sih sama gambarnya, irasional gitu. jadi cukup keliatan yang mana yang realitas mana yang fantasi.

Tim pikir, ia sudah cukup dengan hanya kedua orangtuanya. Segitiga adalah bentuk yang paling kuat! Yah, begitulah kira-kira pikiran Tim. Untuk menggambarkan hal tersebut, Dreamworks menampilkan ayah Tim, ibu Tim, dan Tim dalam bentuk segitiga berhasil menangkal berbagai bencana. Kreatif. Nice.

Singkat cerita, si keluarga Tim ini tiba-tiba kedatangan bayi. Ini agak absurd, sih. Bayi nya naik taksi :( Pake kemeja, bawa koper. Sebenernya yang bikin aku agak heran, beberapa hari sebelum bayi itu datang, Ibu Tim terlihat hamil. Tapi kok anaknya dateng pake taksi, kan agak aneh gitu ya. Tapi yaudahlah terserah mereka.

Jadi, ya, kehadiran Tim mulai tergantikan oleh si bayi. Waktu yang dimiliki orangtua Tim pun habis buat ngurus si bayi. Ini bagian yang amat sedih, menurutku. Keliatan banget sedihnya si Tim itu, ngeliat orangtuanya ga punya waktu lagi buat dia. Kalau ga sibuk ngurus bayi, ya ketiduran gara-gara kecapekan.

Suatu malam, Tim ngeliat dengan mata kepalanya sendiri, si bayi ngomong lewat telepon. Tim langsung kaget dan murka saat itu juga. Beberapa kali mereka perang. Tim ingin membuktikan bahwa si bayi itu bisa ngomong, dan si bayi berusaha keras agar tidak ketahuan. Perang itu berakhir dengan kekalahan Tim. Pada akhirnya, ia dihukum tidak boleh pergi kemanapun, sampai ia berhasil berbaikan dengan si bayi.

Awalnya, Tim pura-pura baikan sama si bayi. Si bayi ngasitau misinya, dan Tim setuju untuk membantu biar si bayi cepet keluar dari rumahnya. Misinya apa? Misinya adalah untuk mencari tahu anjing jenis baru yang katanya bisa mengambil seluruh cinta dari orangtua. Katanya sih ini sindiran keras, buat orangtua yang lebih menyayangi binatang dibanding anaknya sendiri. Ada juga yang bilang kalau orangtua lebih milih buat punya piaraan dibanding punya bayi. Tapi apa iya? Gak tau deh, aku ga pernah liat yang kaya gitu.

Dan plot-twistnya, saudara-saudara! Saya suka! Hahaha aku emang suka cerita yang ada plot twist nya hehehehe. Ternyata, penjahat utamanya adalah salah satu bos bayi yang dibuang karena ada cacat gen. Ia berencana untuk membuat puppy alias anak anjing, yang selamanya menjadi anak anjing, menggunakan formula yang dipakai pabrik bayi untuk membuat bayi selamanya jadi bayi. Tujuannya, biar anjingnya tetep adorable walaupun tambah tua.

Tentu saja rencana itu gagal total akibat interupsi dari Tim dan si bayi. Si penjahat kecebur di formula itu, dan kemudian berubah jadi bayi lagi. Plot twist selanjutnya, pengawal yang selama ini ada di sampingnya adalah bapaknya! Ternyata. Bener-bener gak ketebak.

Si bos bayi kembali ke kantor bayi, dan mendapatkan jabatan khusus. Namun, ia merasa rindu dengan kasih sayang orangtua dan saudara. Ketika Tim menawarkan sebuah pekerjaan, si bos bayi langsung memilih untuk kembali, tanpa berpikir panjang. Disini, aku pikir bakal ada plot twist lagi dan si bos bayi ga nyampe ke keluarga Tim. Ternyata nggak. He he.

Udah, gitu aja. 
Sebelum kembali ke keluarga Tim, si bos bayi sempat mengacaukan kantor. Cuma.. ya.. gaada epilog gimana keadaan kantor itu setelahnya. Padahal aku penasaran.

Secara keseluruhan, menurut aku film ini bagus. Menarik. Lucu. Sangat menghibur! Asli, ketawa berkali-kali. Selain bayi nya yang sangat amat menggemaskan, kelakuan Tim juga ga kalah lucu. Ya, jadi kalau mau cari film yang menghibur, bisa deh nonton ini.

Judul : The Boss Baby
Durasi : 98 Menit
Sutradara : Tom McGrath
Produksi : Dreamworks Entertainment 
 

Comments

Popular posts from this blog

Jauh

Di tengah keramaian ini, aku berjalan dalam kesendirian. ramainya tak sampai ke hatiku. Di tengah kerumunan ini, Aku sendiri. Aku berada di antara mereka, tapi aku jauh Mencoba mencari hatiku, yang mengelana entah kemana Mungkinkah... Ia mengelana terlalu jauh, sehingga tersesat? Mungkinkah... Ia jatuh sakit, sehingga tak bisa kembali? Atau mungkin, sesuatu yang bernama Cinta,  telah membunuhnya? -MKc-

Sahabat

Dua manusia Satu tujuan Satu cita-cita B senang melihat A. dan sahabatnya, C, selalu mendukungnya. C selalu bisa melihat perkembangan B dengan A. tapi B, yang menceritakan itu semua, tak menyadari sebuah kaca gelap diantara mereka. Kaca gelap yang hanya bisa dilihat dari satu sisi, yaitu sisi C. B melihat A memang hanya untuk memenuhi keinginannya sendiri, tapi tanpa sadar ia telah membaginya dengan C. Tanpa ia sadari, ia telah membantu C melihat A dari sisi lain. Tapi ia sendiri, tak bisa seperti itu. B selalu tenang jika A bersama C. Karena ia tahu, C, adalah sahabatnya. Tapi, B tidak juga sangat buta, ataupun tuli. Ia tetap bisa mendengar, dan melihat perkataan serta perbuatan orang-orang lain di sekitarnya. Ia juga masih punya hati, sehingga bisa merasakan, apa yang C rasakan. Semua prasangkanya itu selalu ia tepis dengan kalimat, C adalah sahabatku. C adalah sahabatku. tapi, itu tak selamanya berhasil. Menjadi sahabat bukan berarti tidak boleh menyukai orang ya...

Gadis

Gadis terdiam. Menunduk. Berusaha sembunyi dari dunia. Ia ada di dunia pun sepertinya tidak ada gunanya. Ga ada bedanya. Toh ga ada yang butuh dia. Begitu pikirnya. Tapi, sesering apapun Gadis berfikiran seperti itu, ga pernah terlintas di benaknya untuk bunuh diri. TIDAK, Gadis bukan orang seperti itu. setidaknya ia masih menghargai hidupnya, walaupun ia tidak yakin apakah orang lain menghargainya juga atau tidak. Gadis menyetel lagu, lalu mensetnya ke volume yang paling keras. Di bukit hijau yang sepi ini, siapa juga yang bakal denger? Apalagi merasa terganggu. Dan ia pun mulai bermonolog. "Aku paling ga tahan kalo ngeliat orang kaya gitu tadi. ingin rasanya tuh ngibur dia, gimanapun caranya. Tapi buat apa juga? Toh orangnya ga peduli. Jadi buat apa gue berusaha? Worthless semua. Worthless emang sih. Ga guna. Tapi ya, saya emang gini, kerjaannya ngelakuin hal yang ga guna. Yang... udah tau bakal gimana hasilnya, tetep aja dilakuin. dan ga pernah ada kapoknya. Terus a...