Skip to main content

Posts

Showing posts from 2011

Let Go

hanya karena beberapa kata yang dikirimkannya padaku. kata-kata yang sebenarnya tidak ada arti mendalam, tidak berkesan sama sekali bahkan. tapi kata-kata itulah yang sanggup membuatku kembali bersemangat, walaupun hanya sekedar "Hai", "Halo", atau "Lagi apa?". kata basa-basi yang basi banget. lama kelamaan, semua itu memudar. kabut yang datang perlahan namun pasti mulai menutupi sosoknya. lama kelamaan, kabut itu semakin tebal sampai kita tidak bisa saling melihat lagi. aku sangat ingin mencarinya. aku pun menerobos kabut tebal yang dingin. mencari, dan terus mencari tanpa kenal lelah. sampai akhirnya, aku menemukannya. setelah pencarian panjang yang melelahkan itu akhirnya aku menemukannya. ada seseorang disampingnya yang bisa membuat tertawanya tambah riang. aku menutup mata, dan berharap ketika membuka mata pemandangan itu telah hilang. tapi tidak. pemandangan itu semakin jelas. aku terus memperhatikan, dan menunggu. menunggu dia me...

Sendiri

Disini. aku duduk sendiri Disini. aku selalu sendiri Disini. aku melihat orang-orang melewatiku; dan tak ada yang berhenti, bahkan hanya untuk tersenyum padaku. Tiba-tiba. seseorang duduk di sampingku; ia merangkulku; ia menghiburku; ia menyemangatiku. Tapi kemudian ia berdiri kembali; ia menatapku sesaat; ia berjalan menjauh; ia mulai berlari; ia berlari semakin cepat, dan; ia hilang dari pandanganku. aku sakit aku sedih aku bingung aku marah aku kesal dan, aku kembali sendiri. kemudian seseorang yang lain datang menghampiriku; pelan ia mulai duduk di sampingku; pelan ia mulai merangkulku; pelan ia mulai menghiburku; pelan ia mulai menyemangatiku. tapi aku menghancurkannya; aku lepas rangkulannya; aku acuhkan semua kata-katanya; aku tidak mau melihat...

far, far away.... from me

Sedih, sakit. Yang masih saja membuatku bingung hingga saat ini adalah, ”Apa salah gua? Kenapa lu ngejauhin gua?” Dua buah pertanyaan yang sangat mudah dijawab, jika ada jawabannya. Tentu sulit jika kau memang tak punya alasan apapun untuk menjauhiku. Pada awalnya, aku yang kaget dan bingung hanya berfikir, mungkin ini hanya perasaanku saja. Semakin lama, perasaan itu makin dalam dan makin meluas. Sampai akhirnya tidak terbendung lagi. Dan rasa tidak enak itu pun keluar. Aku tahu perasaanku ketika itu benar. Aku tahu kau memang menjauhiku. Dan hanya satu hal yang aku ingin ketahui tentang itu: KENAPA? Satu kata yang bisa mengawali semua pertanyaanku. Kenapa lu tiba-tiba tiis? Kenapa lu jadi jahat? Kenapa lu ga pernah waro gua lagi? Kenapa bahasa lu berubah, jadi kasar? Kenapa lu tiba-tiba jauhin gua? .... Kenapa....? Kenapa..? Kenapa?? Dan ribuan kalimat berawalan kata ’kenapa’ yang terlontar dari mulutku, mungkin memang tak pernah cukup...

Q! 1

Ketika seseorang memusuhi mu tanpa alasan, katakanlah pada dirimu sendiri, bahwa ia hanyalah anak kecil yang belum bisa berfikir panjang sebelum bertindak.

Jauh

Di tengah keramaian ini, aku berjalan dalam kesendirian. ramainya tak sampai ke hatiku. Di tengah kerumunan ini, Aku sendiri. Aku berada di antara mereka, tapi aku jauh Mencoba mencari hatiku, yang mengelana entah kemana Mungkinkah... Ia mengelana terlalu jauh, sehingga tersesat? Mungkinkah... Ia jatuh sakit, sehingga tak bisa kembali? Atau mungkin, sesuatu yang bernama Cinta,  telah membunuhnya? -MKc-

Hening, Detik, Kita.

satu pertanyaan itu, adalah sebuah pertanyaan mematikan. yang akan mengeruak semuanya, dan akan menyakiti yang lainnya. Maka ketika pada akhirnya pertanyaan itu terlontarkan, semua diam. keadaan hening. Dan di waktu seperti itu, hanya jam yang berani bersuara. satu detik, dua detik, tiga detik... detik-detiknya, bagaikan bom waktu yang siap meledak kapan saja. empat detik, lima detik, enam detik... waktu terus berkurang, dan keheningan masih mengisi ruangan ini tujuh detik, delapan detik, sembilan detik... entah sampai kapan, jam ini akan terus berdetik entah sampai kapan, keheningan akan terus ada mungkin hanya waktu yang tahu, kapan semua ini akan berakhir -MKc-

Sahabat

Dua manusia Satu tujuan Satu cita-cita B senang melihat A. dan sahabatnya, C, selalu mendukungnya. C selalu bisa melihat perkembangan B dengan A. tapi B, yang menceritakan itu semua, tak menyadari sebuah kaca gelap diantara mereka. Kaca gelap yang hanya bisa dilihat dari satu sisi, yaitu sisi C. B melihat A memang hanya untuk memenuhi keinginannya sendiri, tapi tanpa sadar ia telah membaginya dengan C. Tanpa ia sadari, ia telah membantu C melihat A dari sisi lain. Tapi ia sendiri, tak bisa seperti itu. B selalu tenang jika A bersama C. Karena ia tahu, C, adalah sahabatnya. Tapi, B tidak juga sangat buta, ataupun tuli. Ia tetap bisa mendengar, dan melihat perkataan serta perbuatan orang-orang lain di sekitarnya. Ia juga masih punya hati, sehingga bisa merasakan, apa yang C rasakan. Semua prasangkanya itu selalu ia tepis dengan kalimat, C adalah sahabatku. C adalah sahabatku. tapi, itu tak selamanya berhasil. Menjadi sahabat bukan berarti tidak boleh menyukai orang ya...

Identitas Rahasia Devon Delaney

Judul : Identitas Rahasia Devon Delaney Pengarang : Lauren Barnholdt Jumlah halaman : 278 Sinopsis : Setiap orang pasti pernah berbohong. Demikian pula dengan Devon Delaney. Musim panas lalu ia mengarah sebuah kebohongan yang dia kira tidak akan berakibat buruk. Tapi, dia salah besar! Kebohongannya berubah menjadi awal dari mimpi buruk yang membuat hidupnya kacau balau. Untuk menutupi cerita palsunya, ia menciptakan lebih banyak cerita palsu. Devon mengaku sebagai gadis populer di sekolahnya pada Lexi. Dia juga mengaku berpacaran dengan Jared, cowok paling hot di sekolahnya. Bencana mulai menghadangnya ketika Lexi mendadak pindah ke sekolahnya. Parahnya, ternyata Jared menyukai Lexi. Dan Luke, sahabat Jared, menaruh hati pada Devon. Devon pun langsung kalang kabut. Devon sangat ingin mengatakan hal yang sebenarnya. Ia ingin mengatakan yang sejujurnya pada semua orang yang telah ia bohongi. Tapi ia tidak berani. Ia takut semua orang akan memusuhinya. Keadaan berubah keti...

Love

You're not only one, though. There are others. Get close with other to get their attention. You draw happiness from that connection. The closer you get, the happier you are. But if you get too close, you'll get hurt. I told you, don't get too close. Other don't like to share. If you approach several others, each will do ANYTHING to try and be your personal favorite from game;  love