Disini. aku duduk sendiri
Disini. aku selalu sendiri
Disini. aku melihat orang-orang melewatiku;
dan tak ada yang berhenti,
bahkan hanya untuk tersenyum padaku.
Tiba-tiba. seseorang duduk di sampingku;
ia merangkulku;
ia menghiburku;
ia menyemangatiku.
Tapi kemudian ia berdiri kembali;
ia menatapku sesaat;
ia berjalan menjauh;
ia mulai berlari;
ia berlari semakin cepat, dan;
ia hilang dari pandanganku.
aku sakit
aku sedih
aku bingung
aku marah
aku kesal
dan,
aku kembali sendiri.
kemudian seseorang yang lain datang menghampiriku;
pelan ia mulai duduk di sampingku;
pelan ia mulai merangkulku;
pelan ia mulai menghiburku;
pelan ia mulai menyemangatiku.
tapi aku menghancurkannya;
aku lepas rangkulannya;
aku acuhkan semua kata-katanya;
aku tidak mau melihatnya;
dan aku mengusirnya.
dia pergi. berjalan beberapa langkah. menjauh.
lalu kembali lagi padaku.
lagi-lagi aku mengusirnya
dan lagi-lagi dia tetap kembali.
dan terus berulang.... berulang kali...
aku pun benar-benar mengusirnya...
"Pergi!! Dan jangan sekalipun menoleh ke belakang, apalagi kembali!"
setelah terdiam sejenak, ia benar-benar pergi;
pelan ia mulai berdiri;
pelan ia mulai menatapku lembut;
dan pelan ia mulai berjalan menjauh.
dia tidak berlari!
dia berjalan dengan pelan!
sesaat, aku berharap ia menoleh;
sesaat, aku berharap ia berbalik;
sesaat, aku berharap ia kembali;
tapi dia benar-benar pergi;
dia benar-benar hilang;
dia benar-benar lenyap.
tiba-tiba aku merasa bersalah;
aku menyesal;
aku ingin mengulangnya;
aku ingin menahannya;
aku ingin dapat kesempatan lagi.
tapi mungkin tadi adalah kesempatan terakhirku;
yang bodohnya aku siakan.
mungkin itu orang terakhir yang datang padaku;
yang bodohnya aku acuhkan.
mungkin...?
-MKc-
Disini. aku selalu sendiri
Disini. aku melihat orang-orang melewatiku;
dan tak ada yang berhenti,
bahkan hanya untuk tersenyum padaku.
Tiba-tiba. seseorang duduk di sampingku;
ia merangkulku;
ia menghiburku;
ia menyemangatiku.
Tapi kemudian ia berdiri kembali;
ia menatapku sesaat;
ia berjalan menjauh;
ia mulai berlari;
ia berlari semakin cepat, dan;
ia hilang dari pandanganku.
aku sakit
aku sedih
aku bingung
aku marah
aku kesal
dan,
aku kembali sendiri.
kemudian seseorang yang lain datang menghampiriku;
pelan ia mulai duduk di sampingku;
pelan ia mulai merangkulku;
pelan ia mulai menghiburku;
pelan ia mulai menyemangatiku.
tapi aku menghancurkannya;
aku lepas rangkulannya;
aku acuhkan semua kata-katanya;
aku tidak mau melihatnya;
dan aku mengusirnya.
dia pergi. berjalan beberapa langkah. menjauh.
lalu kembali lagi padaku.
lagi-lagi aku mengusirnya
dan lagi-lagi dia tetap kembali.
dan terus berulang.... berulang kali...
aku pun benar-benar mengusirnya...
"Pergi!! Dan jangan sekalipun menoleh ke belakang, apalagi kembali!"
setelah terdiam sejenak, ia benar-benar pergi;
pelan ia mulai berdiri;
pelan ia mulai menatapku lembut;
dan pelan ia mulai berjalan menjauh.
dia tidak berlari!
dia berjalan dengan pelan!
sesaat, aku berharap ia menoleh;
sesaat, aku berharap ia berbalik;
sesaat, aku berharap ia kembali;
tapi dia benar-benar pergi;
dia benar-benar hilang;
dia benar-benar lenyap.
tiba-tiba aku merasa bersalah;
aku menyesal;
aku ingin mengulangnya;
aku ingin menahannya;
aku ingin dapat kesempatan lagi.
tapi mungkin tadi adalah kesempatan terakhirku;
yang bodohnya aku siakan.
mungkin itu orang terakhir yang datang padaku;
yang bodohnya aku acuhkan.
mungkin...?
-MKc-
Comments
Post a Comment