Dear Komet.
Hai, Komet.
Kamu tau ga? Kita punya lintasan masing-masing, yang tidak bisa dilanggar. Aku gabisa masuk lintasan mu, dan kamu pun ga bisa masuk ke lintasan ku. Lintasan mu lonjong. Jauh ke ujung tata surya. Aku yakin kalo kamu sering ngejelajahin tatasurya. Jadi kamu udah sering banget lewatin tata surya.
Lupakan itu.
Kamu 2 kali melewatiku di setiap revolusimu. Dan waktunya tidak pernah tentu. Kurun waktu pada 1 revolusi memang singkat. Tapi antar revolusi, sangatlah lama. Ketika kamu akan melewatiku, aku bisa melihatmu dari dekat. Aku bisa melihatmu sedekat itu. Yang aku lihat pas kamu lewat tuh, kamu bahkan tampak jauh lebih dekat dari Mars, Venus, atau Bulan sekalipun. Super deket sampai kupikir aku bisa menggapaimu.
Dan yang baru aku sadari adalah:
Itu cuma halusinasi
Lintasan kita bahkan sama sekali tidak dekat. Di antara lintasan kita, masih ada lintasan-lintasan lain. Ada juga sabuk asteroid. Itu artinya, kamu tidak benar-benar dekat dengan ku. Saat itu, aku ga pernah bisa menggapaimu. Kamu bagaikan mendekat dan menjauh. Ketika kamu dekat, ekormu panjang di belakangmu, dan kaupun bercahaya.
Terang dan sangat indah.
Akan tetapi setelah kau lewat, cahaya itu pun menghilang. Dan saat kau menjauh, kamu menjadi gelap dan suram. Tidak terlihat. Aku tidak akan pernah tau kamu pas kamu menjauh dariku. Yang aku tahu, pas kamu menjauh itu, kamu menyerap banyak zat. Untuk kamu keluarkan saat dekat denganku. Dan yang baru aku sadari juga, kamu tuh kalau lewat cepat sekali. Dan aku rasa, itu lama banget. Rasanya tiap kamu lewat, waktu berhenti.
Kau terlalu indah, Komet.
Sincerely,
Bumi
Hai, Komet.
Kamu tau ga? Kita punya lintasan masing-masing, yang tidak bisa dilanggar. Aku gabisa masuk lintasan mu, dan kamu pun ga bisa masuk ke lintasan ku. Lintasan mu lonjong. Jauh ke ujung tata surya. Aku yakin kalo kamu sering ngejelajahin tatasurya. Jadi kamu udah sering banget lewatin tata surya.
Lupakan itu.
Kamu 2 kali melewatiku di setiap revolusimu. Dan waktunya tidak pernah tentu. Kurun waktu pada 1 revolusi memang singkat. Tapi antar revolusi, sangatlah lama. Ketika kamu akan melewatiku, aku bisa melihatmu dari dekat. Aku bisa melihatmu sedekat itu. Yang aku lihat pas kamu lewat tuh, kamu bahkan tampak jauh lebih dekat dari Mars, Venus, atau Bulan sekalipun. Super deket sampai kupikir aku bisa menggapaimu.
Dan yang baru aku sadari adalah:
Itu cuma halusinasi
Lintasan kita bahkan sama sekali tidak dekat. Di antara lintasan kita, masih ada lintasan-lintasan lain. Ada juga sabuk asteroid. Itu artinya, kamu tidak benar-benar dekat dengan ku. Saat itu, aku ga pernah bisa menggapaimu. Kamu bagaikan mendekat dan menjauh. Ketika kamu dekat, ekormu panjang di belakangmu, dan kaupun bercahaya.
Terang dan sangat indah.
Akan tetapi setelah kau lewat, cahaya itu pun menghilang. Dan saat kau menjauh, kamu menjadi gelap dan suram. Tidak terlihat. Aku tidak akan pernah tau kamu pas kamu menjauh dariku. Yang aku tahu, pas kamu menjauh itu, kamu menyerap banyak zat. Untuk kamu keluarkan saat dekat denganku. Dan yang baru aku sadari juga, kamu tuh kalau lewat cepat sekali. Dan aku rasa, itu lama banget. Rasanya tiap kamu lewat, waktu berhenti.
Kau terlalu indah, Komet.
Sincerely,
Bumi
Comments
Post a Comment