Aku benci padamu. Aku benci pada setiap ucap yg tak pernah terwujud. Aku benci pada dinginmu. Aku benci pada tidak peka mu. Aku benci padamu.
Namun aku teramat mencintaimu. Terlalu dalam. Terlalu mencintai segala ucap dan bukan ucapmu yang selalu berhasil membuat hatiku tersenyum. Bibirku tersenyum.
Aku terlalu mencintaimu, sehingga aku selalu bisa memaafkanmu. Mungkin terlalu mudah memaafkanmu. Tanpa perlu kau memintanya. Bahkan mungkin sudah kuberikan maaf itu sebelum kau menyadarinya. Sebelum kau tahu kesalahanmu. Sebelum kau sadar kalau kau seharusnya meminta maaf.
Mungkin aku terlalu menyayangimu. Sehingga maaf itu diberi secara percuma. Mungkin sebagai hadiah. Simbol rasa cinta yang akan sulit kau pahami.
Apakah orang sepertimu akan menyadarinya? Manusia tiis dan polos yang selalu iya saat berkata iya dan tidak saat berkata tidak. Begitu apa adanya. Begitu jujur.
Pernahkah kau merasakan sakit? Mungkin... sakit yang sama?
Apakah mungkin, seorang sepertimu merasakan sakit?
Kau selalu bisa mengabaikan hal kecil, atau hal besar yang anggapmu tak penting. Membuatmu bertahan di kejamnya dunia.
Namun terkadang membuatmu bosan hidup di dalamnya.
Aku benci padamu. Namun rasa cinta ini sanggup mengusir segala rasa benci itu.
Aku sayang padamu.
Aku cinta padamu.
Aku harap kau selalu merasakan yang sama.
Comments
Post a Comment