Skip to main content

Posts

Showing posts from 2016

Pasca-Kahiji (1)

Kemarin, menyenangkan. Hari ini pun, kami masih tersenyum jika terbayang. Biar aku cerita sedikit soal kemarin. Kemarin, salah seorang temanku (seniorku, lebih tepatnya) berulangtahun. Tepat tanggal 25 September. Dari berhari-hari sebelumnya, ia telah berharap akan mendapatkan kado medali emas pada hari ulangtahunnya. Pria itu pernah meraih medali emas pada event yang sama, empat tahun lalu. Jika dilihat dari umurnya, tahun ini mungkin menjadi kali terakhir ia mengikuti  event ini. Ia berlatih sangat giat, tentu saja. Semua ia lakukan untuk mempertahankan prestasi yang pernah ia raih. Benar kata orang-orang itu, mempertahankan lebih sulit daripada meraih. Apalagi, peta kekuatan lawan menunjukkan bahwa lawan-lawan yang kuat tersebar di seluruh penjuru tanah air. Jangankan dia, kami pun agak tertegun melihat kemampuan mereka. Walaupun, yah, bagaimanapun kami tetap beranggapan ia masihlah yang terbaik. Kemarin, salah satu lawan kuat dari pria itu tampil di nomor urut ...

Kahiji

Pagi ini, kami masuk ke arena. Wah, besar sekali! Dua lapang hamparan biru-kuning. Menyilaukan mata. Poster besar bertuliskan event  raksasa yang kami ikuti. Menggetarkan jiwa. Ah, iya. Kami harus tetap fokus, semangat, dan berdoa. Waktu terasa begitu lambat, sekaligus begitu cepat. Kami menonton finalis-finalis sebelum kami, sembari beberapa kali memanjatkan doa. Tidak, kami tidak menjelekkan mereka. Tidak boleh.  Kami hanya berharap mendapatkan yang terbaik. Boleh, kan? Kami hanya berharap mendapatkan juara pertama. Boleh, kan? Giliran kami hampir tiba. Kami turun ke tempat persiapan. Semua mempersiapkan dengan giat. Wah, kami tidak boleh kalah! Pikir kami. Kami rapatkan bariskan, samakan persepsi, sejajarkan gerak. Hingga akhirnya kami berhenti sebelum lelah. Giliran kami tiba. Kami masuk ke arena untuk kedua kalinya hari ini. Bismillahirrahmanirrahim... Bismillahirrahmanirrahim... Lagi-lagi, panjatan doa tak henti mengalun lirih. Kami tampil semaksim...

Pra-kahiji

Ya, besok adalah hari kami. Hari dimana kami mempertaruhkan segala waktu yang telah habis demi melatih diri kami. Demi masyarakat Jawa Barat. Ah, separuh hati ini merasa ingin segera berakhir. Apapun hasilnya, bagaimana nanti! Yang penting, semua ini segera berakhir dan kami bisa lepas dari kerangkeng ini. Namun, separuh hati yang lain berdegup terlalu kencang. Ia kemudian mengirimkan sinyal-sinyal kemungkinan pada otak. "Bagaimana kalau kita gagal?" "Bagaimana kalau semuanya jadi sia-sia?" "Jika kita gagal karena kesalahan pribadi, haruskah kita kecewa?" Bayangan kegagalan menghantui, menguasai alam bawah sadar kami. Kalimat penenang itu muncul. Terus menerus. Dari arah yang beragam. "Tenang, kalian sudah berlatih segiat ini. Pasti hasilnya bagus"  "Just do your best and you'll be the best!"  "Kalian ini orang- orang terpilih! Orang-orang terbaik!!"  "Usaha takkan mengkhianati hasil"...