Ya, besok adalah hari kami. Hari dimana kami mempertaruhkan segala waktu yang telah habis demi melatih diri kami. Demi masyarakat Jawa Barat.
Ah, separuh hati ini merasa ingin segera berakhir. Apapun hasilnya, bagaimana nanti! Yang penting, semua ini segera berakhir dan kami bisa lepas dari kerangkeng ini.
Namun, separuh hati yang lain berdegup terlalu kencang. Ia kemudian mengirimkan sinyal-sinyal kemungkinan pada otak.
"Bagaimana kalau kita gagal?"
"Bagaimana kalau semuanya jadi sia-sia?"
"Jika kita gagal karena kesalahan pribadi, haruskah kita kecewa?"
Bayangan kegagalan menghantui, menguasai alam bawah sadar kami.
Kalimat penenang itu muncul. Terus menerus. Dari arah yang beragam.
"Tenang, kalian sudah berlatih segiat ini. Pasti hasilnya bagus"
"Just do your best and you'll be the best!"
"Kalian ini orang- orang terpilih! Orang-orang terbaik!!"
"Usaha takkan mengkhianati hasil"
"Lakukan yang terbaik, dan jangan lupa untuk selalu berdoa"
Kami memejamkan mata. Memanjatkan harap kami kepada Yang Maha Kuasa. "Ya tuhan kami, kabulkanlah doa kami. Aamiin" menjadi kalimat penutup yang tak pernah tertinggal.
[1/4]
Comments
Post a Comment